Cara Mengatasi Bayi Sungsang dalam Kandungan agar Kembali Normal

Cara Mengatasi Bayi Sungsang – Agar proses melahirkan lancar, posisi janin yang ideal adalah kepala yang berada di bawah dan menuju ke jalur sebagaimana ia akan keluar.

Namun ada satu kekhawatiran yang sering dialami oleh Bunda yang akan melahirkan, yaitu posisi bayi sungsang. Kondisi seperti ini dapat membuat proses melahirkan jadi lebih sulit.

Soalnya, posisi bayi sungsang adalah istilah yang menunjukkan posisi bayi di dalam kandungan terbalik dari kondisi ideal, sebagaimana yang dimaksud di atas.

Maka dari itu, penting untuk Bunda ketahui bagaimana cara mengatasi bayi sungsang demi proses melahirkan yang lancar.

Namun sebelum itu, Bunda harus mengetahui apa sih posisi bayi sunsang? Apa yang menjadi penyebabnya? Bagaimana ciri-cirinya dan dampaknya? Berikut penjelasannya!

Apa itu Bayi Sungsang?

Bayi sungsang adalah kondisi saat kepala janin berada di rahim bagian atas, bukannya di rahim bagian bawah mendekati jalan lahir.

Sederhananya, bayi sungsang adalah posisi pantat dan kaki bayi berada di jalur lahir, yang mana seharusnya jalur itu diisi oleh kepala.

Karena secara normal, bayi akan bergerak dengan alami sehingga kepala diposisikan untuk keluar dari vagina terlebih dahulu. Posisi ini merupakan posisi yang paling aman untuk melahirkan.

Nah, dengan posisi bayi yang susang, bakal membuat proses melahirkan menjadi sulit, sehingga harus dikeluarkan melalui operasi Caesar. Cara mengatasi bayi sungsang ini biasanya melibatkan bantuan dokter atau bidan yang berpengalaman.

Kecil kemungkinan bayi tidak memposisikan kepalanya di jalur lahir menjelang kehamilan usia 37 minggu. Bayi sungsang terjadi sekitar 3% hingga 4% dari semua kehamilan yang sudah cukup bulan.

Dan menurut data dari American Pregnancy Association, bayi sungsang terjadi pada sekitar 1 dari 25 kelahiran.

Ciri Bayi Sungsang

Ciri-ciri bayi sungsang dapat diketahui jika Bunda sudah pernah mengalami hal ini pada kehamilan sebelumnya.

Namun, jika Bunda belum pernah mengalaminya, ada beberapa hal yang pasti akan Bunda rasakan, mulai dari rasa ketidaknyamanan, lokasi detak jantung tinggi, merasakan tendangan di selangkangan, terdapat massa bulat di bagian atas perut bayi, hingga terasa bagian bokong atau kaki di dekat selangkangan saat diraba.

Faktor yang Menyebabkan Bayi Sungsang

Sebenarnya, belum ada kepastian mengenai penyebab bayi sungsang.

Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi berada dalam posisi ini, seperti:

  • Mengandung bayi kembar
  • Terlalu banyak atau terlalu sedikit cairan ketuban
  • Rahim tidak berbentuk normal
  • Plasenta menutupi seluruh atau sebagian serviks
  • Bayi prematur
  • Bayi mempunyai cacat lahir yang menyebabkan mereka tidak menundukkan kepala
  • Tumor panggul ataupun tumor rahim
  • Tidak sempurnanya bentuk tulang tengkorak bayi

Dampak Bayi Sungsang pada Proses Melahirkan

Melahirkan bayi dengan posisi sungsang sebenarnya tidak menandakan kondisi yang berbahaya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan adanya komplikasi atau cidera yang dapat dialami oleh bayi.

Dalam persalinan normal, risiko bayi tidak membuka rongga dan serviks cukup besar. Akibatnya, kepala bayi bisa terjebak di panggul ibu.

Dalam jurnal National Institute of Health, melahirkan posisi bayi dengan posisi sungsang lewat proses persalinan normal, lebih mungkin mengalami asfiksia lahir. Kondisi ini tergolong fatal mengingat bayi tidak mendapat oksigen yang cukup selama proses persalinan.

Dampak bayi sungsang pada proses persalinan Caesar juga memiliki cerita yang berbeda. Proses persalinan Caesar memiliki berbagai risiko seperti infeksi, pendarahan, hingga cedera pada organ dalam.

Selain itu, proses Caesar juga bisa mempengaruhi kehamilan Bunda selanjutnya. Seperti gangguan penahan plasenta pada dinding uterus atau robekan dinding rahim.

Cara Mengatasi Bayi Sungsang dalam Kandungan yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa cara mengatasi bayi sungsang ini bisa Bunda terapkan sebelum persalinan. Maka dari itu, rutin lah memeriksa kandungan.

Terlebih, saat usia kehamilan melewati minggu ke-35, ada kemungkinan bagi si kecil untuk lebih sulit berputar posisi karena tubuhnya yang semakin membesar.

Agar bayi tidak sungsang ketika proses persalinan, beberapa tindakan berikut ini adalah rekomendasi yang bisa Bunda lakukan, baik secara medis ataupun tanpa bantuan medis.

1. External Cephalic Version (ECV)

Prosedur ECV adalah salah satu cara mengatasi bayi sungsang saat usia kandungan antara 35 hingga 38 minggu.

Perawatan medis ini membetulkan posisi bayi dengan cara mendorong perut ibu hamil.

Selama proses berlangsung, tanda-tanda vital bayi dipantau sedemikian rupa. Untuk sang Bunda, disarankan untuk mengambil suntik bius lokal epidural di tulang belakang agar menghilangkan rasa sakit ketika ECV sedang berlangsung.

2. Posisi Telentang

Cara mengatasi bayi sungsang selanjutnya bisa dilakukan dengan berbaring di lantai yang sudah dialasi oleh matras ataupun karpet.

Letakkan bantal tepat di bawah pinggul Bunda agar posisi perut lebih tinggi dari kepala. Jika merasa tak nyaman, bisa menambahkan jumlah bantal di bawah pinggul.

Bernafas dalam-dalam dan secara perlahan. Upayakan badan untuk serileks mungkin dan tahan posisi ini selama 15 menit. Lakukan sebanyak tiga kali dalam setiap hari.

3. Gerakan Mengendurkan Otot Panggul

Ibu hamil bayi sungsang biasanya dianjurkan untuk membalikkan tubuhnya ke depan ketika menjelang persalinan. Bumil cukup melakukan gerakan mirip child’s pose seperti dalam yoga.

Caranya, ayunkan tangan serta lutut ke arah depan dan belakang selama 10 hingga 15 menit sebelum tidur. Gerakan seperti ini membantu Bunda untuk mengendurkan otot panggul.

4. Inversi

Salah satu cara mengatasi bayi sungsang dalam kandungan yang sering dianjurkan oleh dokter adalah metode inversi.

Proses ini dilakukan dengan cara mengubah bayi sungsang dengan menempatkan tubuh ibu agar pinggul lebih tinggi.

Dipercayai bahwa posisi ini dapat memperbaiki posisi kamar tidur karena merangsang janin untuk berbalik, sehingga posisi kepala bayi berada di bawahnya. Bunda dapat mulai mengubah posisi kamar tidur dari kamar tidur mengangkat panggul hingga 30 cm.

Untuk melakukan ini, harus dalam posisi terlentang dengan lutut ditekuk dan kedua kaki menginjak.

Buat gerakan ini tiga kali sehari selama 10-15 menit. Anda juga disarankan untuk menggunakan bantal sebagai buffer panggul agar tidak melukai atau menyakitkan.

5. Terapi Suara

Walaupun belum teruji secara klinis, namun terapi suara diyakini dapat membantu janin untuk mengubah posisinya di dalam kandungan.

Ketika bayi sudah siap lahir, ia akan sensitif dengan suara yang didengarnya dari dalam kandungan. Terapi suara ini bisa merangsang bayi bergerak ke arah suara.

Jangan sungkan untuk meminta suami berbicara kepada bayi dekat dengan bagian bawah rahim Bunda, sehingga kepala bayi akan bergerak mendekatinya.

6. Manual

Cara mengubah posisi bayi sungsang juga dapat dilakukan dengan manual, yakni dokter akan memanipulasi janin dengan tangannya melalui bagian perut luar.

Dokter biasanya melakukan gerakan secara perlahan-lahan agar bayi tidak sungsang dengan cara menggeser bokong dan kaki melalui satu tangan, sementara tangan lainnya mendorong kepala janin ke arah bawah.

Ini sering diterapkan sebagai cara mengatasi bayi sungsang dalam kandungan berusia 36 hingga 38 minggu. Ketika melakukan proses ini, dokter juga akan dibantu oleh asisten.

Selain itu, kondisi janin pun akan dipantu dengan seksama demi menghindari komplikasi atau kondisi yang tidak diinginkan.

Sayangnya, keberhasilan cara mengatasi bayi sungsang dengan manual ini dikabarkan memiliki 50 persen tingkat keberhasilan. Oleh karena itu, metode ini tidak dianjurkan tanpa mendiskusikannya dengan dokter kandungan terlebih dahulu.

Nah, itulah informasi lengkap mengenai cara mengatasi bayi sungsang dalam kandungan yang perlu Bunda ketahui demi kebaikan si kecil.

Bagikan Halaman ini