6 Manfaat Vitamin C yang Baik bagi Tubuh

RockenBolle.net – Vitamin C adalah vitamin esensial, artinya tubuh tidak dapat memproduksinya. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai manfaat vitamin C yang tentunya sangat baik untuk tubuh kita.

Vitamin ini dapat di temukan dalam keadaan larut dalam air, juga banyak di temukan pada buah dan makanan.

Seperti yang direkomendasikan, untuk asupan harian vitamin C yaitu 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria.

Biasanya vitamin C disarankan didapatkan dari makanan, namun ternyata banyak juga orang yang lebih memilih suplemen.

6 Manfaat Vitamin C

Berikut ini 6 manfaat dari mengonsumsi Vitamin C, baik bersumber dari makanan maupun suplemen.

1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Salah satu alasan utama orang mengonsumsi suplemen vitamin C adalah untuk meningkatkan kekebalan mereka, karena vitamin C terlibat dalam banyak bagian sistem kekebalan tubuh.

Vitamin C membantu mendorong produksi sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang yang berguna melindungi tubuh dari infeksi, sekaligus melindungi dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul yang berpotensi berbahaya, seperti radikal bebas. Sel darah putih juga dapat menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus, jamur, bakteri dan parasit yang masuk ke dalam tubuh.

Vitamin C adalah bagian penting dalam sistem pertahanan kulit yang kita miliki. Vitamin C secara aktif diangkut ke kulit, dant bertindak sebagai antioksidan dan membantu memperkuat penghalang kulit.

Penelitian menunjukkan bahwa jika seseorang yang memiliki luka pada kulit dan mengonsumsi vitamin C, maka dapat mempersingkat waktu penyembuhan luka.

Dan juga, orang yang menderita pneumonia cenderung memiliki kadar vitamin C yang lebih rendah, dan suplemen vitamin C telah terbukti mempersingkat waktu pemulihan.

Jadi, banyak yang mengaitkan kesehatan yang buruk itu disebabkan oleh rendahnya kadar vitamin C di dalam tubuh.

Vitamin C dapat meningkatkan kekebalan dengan membantu sel darah putih berfungsi lebih efektif, memperkuat sistem pertahanan kulit, dan membantu luka lebih cepat sembuh.

 

2. Melindungi daya ingat seiring bertambahnya usia

Pikun adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala pemikiran dan ingatan yang buruk.

Pikun ini sendiri biasanya terjadi di antara orang dewasa yang lebih tua.

Studi menunjukkan bahwa meningkatkan risiko kepikunan disebabkan oleh stres oksidatif dan peradangan di dekat otak, tulang belakang, dan saraf (semuanya dikenal sebagai sistem saraf pusat).

Vitamin C adalah antioksidan kuat. Rendahnya tingkat vitamin ini telah dikaitkan dengan gangguan kemampuan berpikir dan mengingat.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang pikun mungkin memiliki kadar vitamin C dalam darah yang lebih rendah.

Asupan vitamin C yang tinggi yang didapatkan dari makanan ataupun suplemen terbukti memiliki efek perlindungan pada daya ingat seiring bertambahnya usia seseorang.

Suplemen vitamin C dapat membantu melawan kondisi seperti demensia jika tidak mendapatkan cukup vitamin C dari makanan. Akan tetapi, penelitian tambahan diperlukan untuk memahami efek suplemen vitamin C pada kesehatan sistem saraf pada tubuh manusia.

Kadar vitamin C yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan memori dan pemikiran seperti demensia, sementara asupan vitamin C yang tinggi dari makanan dan suplemen telah terbukti memiliki efek perlindungan.

 

3. Dapat mengurangi risiko penyakit kronis

Seperti yang sudah kita bahas di atas, bahwa Vitamin C merupakan antioksidan yang kuat yang dapat memperkuat daya tahan tubuh.

Antioksidan adalah molekul yang meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh atau biasa disebut dengan ‘imun tubuh’. Antioksidan ini bekerja dengan cara melindungi sel dari molekul berbahaya yang disebut radikal bebas.

Ketika radikal bebas menumpuk, mereka dapat meningkatkan keadaan yang dikenal sebagai stres oksidatif, yang telah dikaitkan dengan banyak penyakit kronis.

Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin C lebih banyak dapat meningkatkan kadar antioksidan darah hingga 30%. Hal ini membantu tubuh bertahan melawan peradangan secara natural.

 

4. Dapat membantu mengelola tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi membuat seseorang memiliki risiko terkena penyakit jantung, yang merupakan penyebab utama kematian pada manusia di dunia.

Penelitian telah membuktikan bahwa vitamin C dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah pada seseorang yang menderita ataupun tidak menderita penyakit ini. Vitamin C berperan membantu melonggarkan pembuluh darah supaya lancar membawa darah dari jantung, yang membantu mengurangi tingkat tekanan darah.

Menurut hasil analisa yang dilakukan oleh sebuah penelitian, dari total 29 penelitian pada manusia ditemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C dapat mengurangi tekanan darah sistolik sebesar 3,8 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 1,5 mmHg.

Meskipun hasil ini menjanjikan, tidak jelas apakah efeknya pada tekanan darah bersifat jangka panjang. Selain itu, penderita tekanan darah tinggi tidak boleh bergantung pada vitamin C saja untuk pengobatan.

 

5. Membantu mencegah kekurangan zat besi

Zat besi merupakan salah satu mineral yang ada pada tubuh dan berperan penting untuk membentuk hemoglobin di dalam sel darah merah, dimana hemoglobin bertugas untuk mengikat dan mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh.

Suplemen vitamin C berfungsi membantu meningkatkan penyerapan zat besi yang ada pada makanan. Disinilah vitamin C berperan dalam membantu mengubah zat besi yang sulit diserap seperti zat besi nabati, menjadi bentuk yang lebih mudah diserap.

Ini sangat berguna bagi orang-orang yang menjalani diet tanpa daging, karena daging merupakan sumber utama zat besi.

Faktanya, hanya dengan mengonsumsi 100 mg vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga 67%.

Akibatnya, vitamin C dapat membantu mengurangi risiko anemia di antara orang-orang yang rentan kekurangan zat besi.

Dalam sebuah penelitian, 65 anak yang menderita anemia defisiensi besi ringan diberi suplemen vitamin C dan menemukan bahwa suplemen vitamin C dapat membantu mengendalikan anemia mereka.

Jika memiliki kadar zat besi yang rendah, mengonsumsi lebih banyak makanan kaya vitamin C atau mengonsumsi suplemen vitamin C dapat membantu meningkatkan kadar zat besi darah.

Bagikan Halaman ini